Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah

1 min read

Umroh atau haji kecil termasuk ibadah sunnah bagi umat muslim. Sunnah artinya jika dilaksanakan mendapat pahala, tetapi kalaupun tak dilaksanakan tidak akan mendapat dosa. Umroh sesuai sunnah merupakan ibadah yang sudah diatur tata caranya. Ibadah yang dilakukan di Tanah Suci Mekkah ini kurang lebih dilaksanakan selama 7 hingga 10 hari, sudah termasuk perjalanan dari tanah air ke lokasi ibadah.

Selama melaksanakan umroh, para jamaah disarankan mengikuti tata cara umroh dan rukun umroh sesuai sunnah agar nilai ibadahnya menjadi lebih tinggi. Adapun tata cara umroh sesuai sunnah adalah sebagai berikut:

  1. Dianjurkan untuk melakukan mandi junub, memakai wewangian terbaik yang dimiliki, serta mengenakan kain ihram bagi laki laki.
  2. Kain ihram bagi laki laki adalah 2 helai kain yang berfungsi menutupi aurat tubuh tanpa adanya jahitan. Sementara perempuan cukup mengenakan pakaian yang menutupi seluruh auratnya sesuai syariat.
  3. Mengucapkan “labbaik umrah” sebagai tanda dimulainya ibadah umroh.
  4. Setelah membaca niat umroh, jamaah dianjurkan memperbanyakan bacaan talbiah. Bacaan talbiah untuk laki laki dianjurkan untuk diucapkan secara lantang. Sementara talbiah bagi perempuan cukup dilantunkan dengan lirih atau perlahan saja.
  5. Jamaah dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum memasuki kota suci Mekah.
  6. Memasuki Masjidil Harom. Adabnya adalah dengan melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu sambil tak lupa membaca doa masuk masjid agar senantiasa dibukakan pintu pintu rahmat Allah.
  7. Berjalan ke arah Hajar Aswad. Jika memungkinkan, jamaah dianjurkan untuk mengelus dan menciumnya. Jika keadaan tak memungkinkan untuk mencium hajar Aswad, maka cukup mengelusnya dengan tangan, lalu mencium tangan yang digunakan untuk mengelus tersebut. Jika masih tak memungkinkan juga, maka cukup memberi isyarat dengan cara melambaikan tangah ke arah Hajar Aswad.
  8. Melakukan tawaf umroh sebanyak 7 putaran. Jamaah disunnahkan untuk berlari lari kecil pada 3 putaran pertama, selebihnya cukup dilakukan dengan berjalan kaki. Hajar Aswada menjadi titik awal seklaigus titik akhir dari tawaf.
  9. Jamaah disunnahkan untuk mengusap Rukun Yamani pada tiap putaran tawaf, namun hanya perlu dilakukan jika benar benar memungkinkan.
  10. Membaca doa khusus ketika tengah berada di antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani.
  11. Selama tawaf, jamaah dibolehkan membaca Alqur’an atau doa doa khusus yang ingin ia panjatkan.
  12. Menuju ke makan Nabi Ibrahim selepas tawaf.
  13. Menunaikan salat sunnah sebanyak 2 rakaat di belakang makam Nabi Ibrahim.
  14. Selepas salat, disarankan untuk meminum air zamzam dan membilaskannya sedikit demi sedikit di kepala.
  15. Menuju ke Bukit Shafa untuk melakukan sa’i umroh.
  16. Menuruni Bukit Shafa dan menuju ke Marwah, bolak balik sebanyak 7 putaran.
  17. Melakukan tahalul dan menyudahi ibadah umroh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *